Renungan Ayat Suci Al-Qur'an

Kamis, 03 Februari 2011

Holat Kuliner Khas di Labuhanbatu Selatan

Holat
Holat
Holat Kuliner Khas di Labusel
Oleh: Deni Syafrizal Daulay

BAGI yang sering berkunjung ke daerah Tapanuli Selatan (Tapsel) pasti tidak asing dengan istilah holat. Nama kuliner satu ini memang khas di daerah tersebut. Namun jangan salah, dengan keragaman suku dan etnis di Kabupaten Labuhanbatu Selatan (Labusel), masakan istimewa satu ini juga jadi menu khas yang cukup diandalkan di Labusel.
Bukan asal caplok lho, namun masyarakat etnis Mandailing yang sejak lama tinggal dan menetap di Labusel telah turut mewariskan holat sebagai satu kuliner khas yang cukup andal dijadikan ikon kuliner di Labusel. Tak mengherankan, hampir di setiap penjuru Labusel ditemui warung dan rumah makan yang menawarkan holat sebagai menu khususnya.
Holat merupakan masakan dengan bahan utama ikan mas yang dibakar. Sedangkan racikannya terdiri dari irisan kulit kayu balakka yang hanya terdapat di hutan Tapanuli Selatan, pakkat (ujung kayu rotan muda yang sudah dipanggang), dan kelapa gongseng serta sedikit air, sehingga kuahnya terasa segar.
Konon katanya, holat merupakan masakan khas raja-raja Tapanuli Selatan masa lampau. Holat terasa begitu istimewa karena rasanya yang khas. Berkat racikan bumbu-bumbu alaminya, daging ikan mas yang lezat dan gurih ini terasa begitu khas. Kuahnya terasa sedikit kelat pengaruh pakkat dan kulit kayu balakka. Rasa asin garam membuat rasanya begitu kuat. Karena pembuatannya masih tradisional dan bumbunya pun masih alami, membuat aroma holat terasa begitu memikat. Jadi jangan heran, kalau orang begitu lahap saat menyantap makanan.

Meski citarasanya khas dan begitu istimewa, sebenarnya pembuatan holat tidak sulit, karena semuanya dilakukan secara tradisional. Awalnya ujung rotan yang sudah dibakar dikupas lalu dagingnya dipotong sehingga lebih kecil. Lalu air direbus selama lebih kurang 40 menit. Kemudian umbut rotan ditaruh dalam sebuah mangkuk agar cepat dingin. Selanjutnya kayu balakka yang sudah disediakan pun dikikis dan irisannya dicampurkan ke mangkuk.
Kemudian, berbagai macam rempah yang sudah digiling halus dimasukkan ke dalam rebusan air agar membuat aroma masakan ini lebih nikmat. Setelah kuah selesai diracik, barulah ikan mas yang sudah dibakar dimasukkan ke dalam mangkuk lalu diaduk dengan serbuk kulit kayu balakka dan ramuan lainnya. Setelah itu holat siap untuk dihidangkan.
Berkat bumbu-bumbu laminya, daging ikan mas tersebut terasa begitu renyah dan nikmat. Kenikmatan utama holat yakni saat menyeruput kuahnya. Aneka rasanya membuat kesaanya sukar dilupakan. Hm…jadi kepingin menikmati bukan?
Bagi masyarakat di Labusel, mengkonsumsi holat diyakini dapat menambah selera makan. Tak hanya itu holat juga dipercaya mempunyai khasiat untuk menyembuhkan berbagai penyakit, seperti darah tinggi, asam urat, asam lambung, rematik, malaria dan penyakit lainnya. Karenanya masakan ini jadi salah satu primadona masakan di Labusel.
Sayangnya, masakan satu ini masih dikemas dengan sangat sederhana, sehingga penampilannya tak seistimewa rasanya. Yah mungkin itu terjadi karena kurangnya pengetahuan masyarakat akan pentingnya penampilan makanan. Namun mungkin juga karena masyarakat memang tak ingin menghilangkan penampilan alaminya. (*)

0 komentar:

Posting Komentar

~ Keep Respect & Peace ~