Renungan Ayat Suci Al-Qur'an

Kamis, 03 Februari 2011

Anyang Terubuk, Sushi Ala Labuhanbatu Selatan

Ikan Terubuk kian langka
Ikan Terubuk kian langka
Anyang Terubuk Sushi Ala Labusel
Oleh: Deni Syafrizal Daulay

ANDA tentu sudah pernah mendengar nama masakan Sushi. Menu ini adalah salah satu makanan khas di Jepang. Sushi dihidangkan berupa nasi yang dibentuk bersama lauk berupa ikan yang disajikan mentah. Masakan ini hingga kini masih eksis sebagai satu ikon kuliner Negara Matahari Terbit tersebut.
Ternyata bukan hanya Jepang yang mengenal tradisi tersebut. Di Kabupaten Labuhanbatu Selatan (Labusel) tradisi mengkonsumsi ikan tanpa dimasak menggunakan sistim pemanasan (mentah) ternyata sudah dikenal sejak lama. Masakan itu dikenal dengan sebutan ‘Terubuk Anyang Mentah’.

Ikan Terubuk atau Tenualosa Macrura adalah ikan estaurin yang penyebarannya sangat terbatas. Di Indonesia, keberadaan Terubuk yang cukup besar terdapat di sungai Siak, sungai Ajamu, dan sungai Barumun. Karenanya Terubuk jadi salah satu spesies ikan istimewa yang hidup di sungai Barumun. Bentuknya pipih mirip dengan ikan mas. Hanya saja seluruh tubuhnya putih mengkristal. Ikan ini jadi istimewa karena tak berbau amis seperti ikan pada umumnya. Terubuk juga dikenal sebagai ikan yang bersih karena menurut kepercayaan masyarakat, ikan ini hanya memakan buih sungai, padi, dan keladi.
Sakin bersihnya, dahulu nelayan dapat langsung mengkonsumsi ikan ini tanpa perlu memasaknya terlebih dahulu, hanya cukup membuang kepalanya saja lalu dimakan. Yang membuat Terubuk tambah istimewa, karena Terubuk hanya dapat ditemukan pada musim tertentu yakni pada musim panen padi. Menangkapnya pun sulit, sebab Terubuk tak mau makan pancingan, sehingga untuk mendapatkannya cara yang digunakan nelayan di sungai Barumun yakni menggunakan jaring atau tampirai. Jadi jangan heran jika sedang musim ikan Terubuk dipasrkan seharga Rp150 ribu per kilogramnya.
Karena keistimewaan Terubuk, cara masyarakat memperlakukannya pun berbeda, termasuk dalam hal mengolahnya menjadi lauk (makanan). Yakni dengan cara dianyang mentah. Terubuk Anyang Mentah adalah makanan ikan terubuk yang diolah tanpa melalui proses dimasak terlebih dahulu seperti masakan ikan lain pada umumnya.
Untuk membuat Terubuk Anyang Mentah, ukuran ikan Terubuk yang digunakan adalah yang ukurannya cukup besar minimal 1,5 Kg. Masakan ini akan tambah istimewa jika Terubuk yang akan diolah sedang bertelur. Setelah dibersihkan, ikan lalu ditiriskan ke dalam mangkuk.
Sedangkan proses memasakanya tidak menggunakan api melainkan dengan racikan bumbu yakni dengan cara menyirami ikan dengan air perasan jeruk nipis, lalu dibalur dengan parutan buah kelapa yang masih kecil  (kelongkong) yang ukurannya sebesar kepalan tangan. Parutan buah kelapa inilah yang diyakini menyebabkan ikan menjadi masak.
Setelah itu, proses selanjutnya adalah memasukkan bumbu-bumbu tambahan untuk penyedap rasanya. Setelah bumbu komplit, Terubuk Anyang Mentah siap untuk disajikan. Dengan resep alami tersebut, rasa masakan ini begitu kuat dan khas. Begitu juga aromanya terasa begitu lembut sehingga membuat selera makan bertambah. Biasanya menu ini dinikmati dengan nasi putih.
Di masa lalu kuliner ini cukup populer dikenal masyarakat Labusel khususnya yang bermukim di sekitar kawasan sungai Barumun dan sekitarnya. Namun belakangan tradisi ini mulai lustur karena keberadaan Terubuk di sungai Barumun saat ini pun mulai langka. Kalaupun sedang musim, nelayan di sungai Barumun hanya bisa mendapatkan satu atau dua ekor saja. (*)

0 komentar:

Posting Komentar

~ Keep Respect & Peace ~