Sungai Barumun Saat Banjir
Iccor si Ikan Putih dari Barumun
Oleh: Deni Syafrizal Daulay
SUNGAI Barumun yang membelah Kabupaten Labuhanbatu Selatan (Labusel) memang memiliki banyak misteri. Tak hanya tentang peran vitalnya dimasa lalu, sungai yang mengalir dari kawasan Tapanuli Selatan dan bermuara di Selat Malaka ini juga menyimpan kekayaan spesies ikan yang terbilang istimewa dan unik.
Selain Dundung, ada spesies ikan lain yang hanya muncul pada saat sungai Barumun banjir besar. Ikan itu dikenal oleh masyarakat Labusel dengan sebutan Iccor. Jika kemunculan Dundung diyakini memberi pertanda banjir telah mencapai puncaknya, kemunculan Iccor bagi masyarakat yang bermukim di bantaran sungai Barumun diyakini sebagai pertanda air akan segera surut. Boleh percaya atau tidak, namun hal itu telah jadi satu kepercayaan bagi masyarakat setempat.
Sama seperti Dundung, bentuk dan ukuran Iccor juga cukup aneh. Panjang Iccor paling besar hanya sekitar 10 inci dan diameter tubuhnya sekitar 0,8 cm. Warnanya putih cerah, mulutnya memanjang dan bentuk tubuhnya mirip ikan cucut. Ikan ini juga hidup di air deras.
Tak jelas dari mana asalnya, namun begitu air sungai Barumun mulai surut, maka Iccor pun akan muncul. Saat itulah nelayan mulai melakukan pencarian. Perkakas untuk perburuan Iccor pun cukup sederhana. Biasanya nelayan hanya berbekal dulang tradisional, ember berisi air dan rokok tentunya.
Yang paling unik adalah cara nelayan menangkap ikan ini. Mereka biasanya menunggu datangnya hembusan angin sambil berdiri di air. Iccor akan lari begerombol saat angin berhembus. Saat itulah mereka memasukkan dulangnya mengikuti arus air. Begitu dulang diangkat, ratusan bahkan ribuan Iccor sudah masuk ke dalam dulang.
Setelah Iccor terkumpul cukup banyak, mereka pun menyudahi kegiatan pencarian. Iccor kemudian dibawa ke jembatan sungai Barumun untuk dijual kepada warga yang sudah antre untuk membeli Iccor tersebut. Karena banyaknya yang membeli, sebagian warga ada juga yang memilih untuk langsung datang ke tempat nelayan mencari Iccor, mengantisipasi agar tak kehabisan.
Kemuculan Iccor juga jadi satu berkah bagi warga bantaran sungai Barumun. Harga ikan ini cukup mahal karena rasanya memang enak dan gurih. Biasanya warga mengolah Iccor dengan cara digoreng atau di pepes. Selain sebagai lauk untuk makan, Iccor yang sudah diolah juga kerap dijadikan cemilan oleh warga. Ikan ini menjadi lebih khas karena diyakini Iccor pun hanya ada di aliran sungai Barumun. (*)


0 komentar:
Posting Komentar
~ Keep Respect & Peace ~